Cerita Sange Buasnya Pacarku Disetubuhi Pria Bule

Cerita Sange Buasnya Pacarku Disetubuhi Pria Bule

Cerita Sange Buasnya Pacarku Disetubuhi Pria Bule – Cerita Sange, Cerita Sange ABG, Cerita Bokep, Cerita Bokep Perawan, Cerita Sex, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Ngewe, Majalah Sex, Majalah Bokep, Majalah Hot, Majalah Dewasa, Cerita Bokep ABG, Cerita Hot ABG, Cerita Sex ABG, Cerita Daun Muda, Cerita Seks, Majalah Seks, Kisah Dewasa, Kisah Dewasa Hot, ABG Pramuka, ABG Mesum, Seks Sedarah, Sex Sedarah, Ngentot ABG, Ngentot Seks, Ngentot Sex, Ngentot Tante, Ngentot Sedarah, Birahi Tinggi, Seks Birahi, Sex Birahi, Tante Sange, Tante Hot, Bokep Tante, ABG Sange, Mahasiswi Mesum, Seks Mahasiswi, Sex Mahasiswi, Mahasiswi Sange, Foto ABG Sange, Foto Cewe ABG, Foto Ngentot, Foto Cewe Seksi

Kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Tamara, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Donny. Pacarku itu sangat sexy karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.
Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tdk kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami.
Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membayangkan yg melakukan hal ini dengan batang kemaluan yg besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit. Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum.
Sementara saya juga tdk terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tdk menyeleweng, tapi yg terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.

Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yg tdk berubah. Dia bicara begini, Donny, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Tamara belum puas, katanya merengek.
“Habis aku lagi capai sih..” kataku.
“Ah, gitu terus alasannya..” katanya.
“Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tdk fit”, kataku.
“Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! Aku pengen gituan yg hot yg lama 2 jam dan batang kemaluannya gede”, kata Tamara.
“Enak kali ya.. sama bule”, katanya menyambung.
“Memang kamu berani tam..” kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
“Yaa, iyalah.. tapi aku kan tdk enak sama kamu”, katanya.
“Memang kamu pengen batang kemaluan yg gede dan yg hot?” tanyaku.
“Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tdk full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu!” katanya.
“Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tdk pusing”.
Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.

Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yg montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yg telah mengeras.
“Akkhh..” desah Tamara keenakan.
“Mhh.. enak tam..” tanyaku.
“Iyyaa..” desahnya keenakan.
Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.
“Aakhh.. Donnyi.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yg gede DONNN..” Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
“Yg lamaa.. yg hot.. akhh..” desah dia keenakan.
Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya,
“Kamu mau sama yg gede kayak bule tam..?” tanyaku.
“Mauu..” desahnya sambil badannya bergetar.
Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.
“Kamu pengen yg hot yaa?” tanyaku lagi.
“Akhh.. aahh iyaa..” katanya.
“Ya sudah kamu cari aja..” kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.
Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani. Cerita Bokep

Cerita Sange Buasnya Pacarku Disetubuhi Pria Bule

Cerita Sange Buasnya Pacarku Disetubuhi Pria Bule

Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Tamara, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Tamara tdk tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yg mengeras dan bulu-bulu halus yg terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Tamara dan melihat ke dalam sambil berbicara,
“Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf..” katanya sambil terbelalak matanya.
Dia kaget melihat posisi Tamara terlihat buah dadanya yg putih mulus keluar dengan puting yg telah mengeras dan bulu halus kemaluan Tamara terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.
Tamara tdk kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.
“Kok kamu tdk bilang kalau ada orang sih..” wajahnya merah karena malu.
“Sudah tdk apa-apa..” kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya,
“Maaf, ini pacar saya. Apa yg bisa saya bantu”.
Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Tamara dia bilang,
“Mobil saya rusak dan tdk ada bantuan, kata si bule. Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini”, katanya lagi.
“Ya sudah, anda masuk saja ke belakang”, kataku.
“Ooh ya, terima kasih..” katanya sambil melirik ke arah Tamara.

Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Tamara masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes,
“Aku kan malu..” katanya.
“Katanya pengen bule”, kataku berbisik.
“Tapi kan tdk begini dong..” katanya merajuk.
Kulihat dia tdk marah berarti dia juga kemungkinan suka.
“Aah ya, saya Donny, kataku bersalaman,
“Dan ini Tamara..”
Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang,
“Kamu punya body bagus tam..”
Tamara mencubit pahaku,
“Aku kan maluu..”
Terus aku bilang,
“Katanya kamu pengen tahu tam, gedenya seberapa”, kataku.
“Yaa, aku kan cuma..” kata dia tdk meneruskan karena si bule (namanya Sasha) menyeletuk.
“Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja”, katanya sambil tersenyum.
“Tdk apa-apa kok..” kata si bule.
Aku yg sudah penasaran sejak tadi oleh ketampanan si bule, Tamara terus menimpali,
“Ya sudah tam.. kamu ke belakang saja tam.”. kataku.
“Aakhh, tdk ahh. Gila kali..” kata Tamara tersenyum.
“Ya tdk, kan cuma lihat saja biar kamu tdk penasaran”, kataku.
Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tdk jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.
“Kalau kamu penasaran ya lihat saja”, katanya tersenyum.

Karena terus diajak bicara dan Tamara antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.
“Lihat saja yaa..” kata Tamara tersenyum malu.
Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Sasha kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Tamara yg duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Sasha mengeluarkan batang kemaluannya yg besar walaupun belum tegang sekali.
Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Tamara.
Tamara melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yg besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.
“Kamu lihat ini dan pegang saja!” ucap Sasha.
“Wihh takut akhh..” desah Tamara dengan suara serak.
“Tdk apa-apa biar kamu tdk penasaran lagi”, kata Sasha.
Tamara terpaku melihat batang kemaluan Sasha di samping tangannya. Sasha mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Tamara perlahan, karena Tamara diam saja maka wajah Tamara dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Tamara dengan perlahan dan perlahan kulihat Tamara membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Sasha melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.
“Emmhh..” desah Tamara perlahan.
“Kamu suka tam.”. bisik Sasha di kuping Tamara.

Melihat reaksi positif dari Tamara, tangan kiri Tamara diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yg telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Sasha sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yg ditutupi rambut kemaluan. Tamara mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tdk dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Tamara penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah,
“Aakkhh gedee bangeet..” desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.
Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Sasha sambil mencium telinga Tamara berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tdk tahan keenakan.
Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Tamara menuruti permintaan Sasha dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Tamara. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.
Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.

Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Tamara terus mengocok kejantanan Sasha. Sasha pun dengan nafsunya mengulum bibir Tamara dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Tamara, karena Tamara belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Sasha langsung meremas susu Tamara yg ternyata telah mengeras dan menonjol.
“Akhh enak Sasha..” desah Tamara menggelinjang.
Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Tamara dilepas ciumannya maka mulut Sasha langsung mendekat ke dada Tamara sambil terus meremas perlahan. Puting Tamara dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga,
“Akhh.. uuff..” erang Tamara keenakan.
Wajah Tamara sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Sasha yg besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tdk tahan karena rangsangan yg ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.
“Ooohh.. DONNY..” desahnya keenakan lupa kalau yg sedang bersamanya itu si Sasha.
Tangan kanan Tamara menekan kepala Sasha ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tdk beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

Sasha menyadari yg diminta Tamara dan tangan kiri Sasha segera membuka kancing celana Tamara dan menarik ke bawah reitsleting celana Tamara. Tahu atau pura-pura tdk tahu Tamara membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Tamara tangan Sasha itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Tamara yg berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Tamara di atas dengkul Tamara sedikit. Tersembul sudah batang paha Tamara yg putih mulus dan gundukan kemaluan Tamara yg ditutupi oleh rambut kemaluannya yg halus berwarna hitam ikal.
“Kamu mulus sekali tama..” bisik Sasha sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Tamara.
“Ahh kamuu..” Tamara tersenyum keenakan dan mata memerah.
Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yg telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Tamara hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Sasha itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Tamara yg ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yg khas dari kemaluan Tamara. Mereka benar-benar telah tdk memperhatikanku yg membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yg sudah seperti orang kepanasan.
Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.
“Saya suka sekali wanita Indonesia..” desah Sasha.
“Wanginya sangat enak sekali”, kata Sasha sambil mendesah.
“Emmhh..” desah Tamara sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Tamara sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yg membuat Sasha dan aku menjadi makin terangsang.
Tangan Tamara sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Sasha dan kadang-kadang mengusap punggung Sasha dengan sangat merangsang sekali. Sasha sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Tamara, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Tamara, sementara itu mulutnya menghisap puting Tamara yg telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Tamara atau mengulum bibir Tamara dengan emosi yg teratur.
Kurang lebih 20 menit Sasha telah merangsang sekujur tubuh Tamara sementara baju Tamara telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Tamara tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Sasha dan Sasha pun menciumi seluruh tubuh Tamara yg telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yg eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tdk cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

Sungguh sensasi luar biasa. Tamara sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yg putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Tamara telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Tamara dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Sasha terus membelai belahan kemaluan Tamara tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Tamara yg telah terpampang dengan pasrah. Sementara Tamara telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.
Sasha melihat Tamara sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Tamara. Dia berlutut di depan Tamara yg telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Tamara yg mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yg telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yg sempit di belakang mobil maka Sasha mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Sasha yg panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Tamara yg telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yg terbuka dengan desahan, Jangan Sasha.. desah Tamara.
“Takuut..” erang Tamara.
“Tdk apa-apa.. sakitnya hanya sebentar”, desah Sasha sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Tamara.
“Tapi aku takut tdk muaat.. nanti kemaluanku robeek..” kata Tamara sambil ketakutan melihat batang kemaluan Sasha yg benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.
“Kamu harus mencobanya tami..” pelan-pelan saja.. desah Sasha sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Tamara yg telah terbuka sedikit akibat jari-jari Sasha yg terus membelai belahan kemaluan Tamara.
Rupanya Tamara benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yg ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yg agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.
“Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau..” kata Sasha merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Tamara.

Tamara yg keenakan lalu membiarkan Sasha melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Sasha dengan kedua kakinya, Tamara melihat batang kemaluan Sasha yg besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Tamara yg telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Tamara sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Tamara, Tamara merasa dengan posisi yg aman menerima kuluman Sasha dan merasakan batang kemaluan besar milik Sasha mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.
“Oohh.. Sasha.. enaakk.. emmhh..” erang Tamara.
“Uuuff..” desah Sasha keenakan.
“Yaa enakk tam..” kata Sasha.
“Teruss digeseek dan ditekan Sasha..” pinta Tamara.
“Ya sayang..” kata Sasha mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Tamara.
Dengan cara naik turun posisi badan Sasha terlihat seperti ingin naik dan tdk.
“Tekan teruuss Sasha..” erang Tamara yg makin lama semakin keenakan.
“Enaakk.. oohh.. puasin aku Sasha.. ahkk..” desah Tamara dengan suara yg telah parau.
Posisi kaki Tamara telah mengangkang dengan lebar membuat Sasha lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Tamara. Kulihat kemaluan Tamara telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Sasha yg terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Tamara, sementara terlihat batang kemaluan Sasha mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yg menggeser belahan bibir kemaluan Tamara dengan sedikit tekanan yg terus menerus. Kepala batang kemaluan Sasha mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Tamara yg telah terbuka. Cerita Sange

“Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh”, desah Tamara sementara tangan Tamara telah berada di belakang punggung Sasha dan sambil menekan pantat Sasha, Tamara membetulkan arah gerakan batang kemaluan Sasha yg terus berusaha mendobrak klitoris Tamara.
“Emh.. uff..” erang Sasha menahan sesuatu.
Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Tamara tapi karena Tamara tdk mengatakannya dia berusaha menahan senjatanya yg telah di kepalanya.
“Sasha.. Sasha.. eeng..” Tamara bergumam, aku tahu kalau Tamara telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu.
Terlihat tangan Tamara gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Sasha sedangkan posisi kepala batang kemaluan Sasha telah terbenam melewati klitoris Tamara. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Tamara mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Tamara yg terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Sasha. Kepala Tamara sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang,
“Ahhkk.. sakiitt.. ahh..” Sasha menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yg telah terbenam di dalam kemaluan Tamara.
Dia melihat Tamara dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.
“Tamaraii.. Tamaraiii.. akhh”, desah Sasha meminta kepastian kesiapan Tamara apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Tamara.
Tapi Tamara sudah tdk dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.
“Ekhh.. akkhh.. oohkk”, dengan keraguan Sasha terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya.

Terlihat batang kemaluan Sasha terus berusaha menekan lubang kemaluan Tamara dengan kepala batang kemaluannya yg besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Tamara mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yg mengerang kesakitan.
“Uuff.. uff.. uuff..” desah Sasha sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya.
Kepala batang kemaluan Sasha terus menekan klitoris Tamara berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan.
“Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg..” Tamara mencengkeram pantat Sasha kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan,
“Oohh.. akuu.. keluaarr.. Sasha.. uuff.. aahh.. enaak..” erang Tamara kelonjotan dan bergetar seluruh badan Tamara di dalam pelukan Sasha.
Sasha merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Tamara yg terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.
“Kamuu.. keluar tamiii.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh..” desah Sasha dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.
“Eeennakk.. oohh akuu.. puaass”, Tamara terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Sasha di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Sasha di bibir dan dinding luar kemaluannya.

Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Sasha yg dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Tamara dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Tamara terus menerus.
“Teruss.. Sasha.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh..” Tamara tersenyum puas melihat Sasha masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya.
Sasha melihat Tamara tersenyum dan ikut tersenyum puas.
“Kamu puass.. tamii.. enak.. kan.”. senyum Sasha sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
“Biar kamuu.. puaas tamii..” kata Sasha sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Tamara.
Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Tamara terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Sasha yg terjepit di lubang kemaluan Tamara.
“Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. tami.. untuk masuk..” Sasha penasaran sekali dengan kemaluan Tamara yg terlalu sempit.
Gila memang, batang kemaluan Sasha yg besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Tamara, posisi Tamara sudah ditindih oleh badan Sasha. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Sasha melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.
Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Sasha, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Sasha yg besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Tamara, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Tamara terus mengeluarkan cairan yg membuat batang kemaluan Sasha terus dapat menerobos dinding kemaluan Tamara.

“Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot..” Tamara kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Sasha masuk menembus kemaluan Tamara.
Tangan Tamara terus memberikan remasan di pantat Sasha dan kadang menekan pantat itu ke bawah.
“Kamuu kuat.. Tamarai.. kemaluan kamu masih sempit.. sayg.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak..” Sasha tersenyum melihat Tamara merem-melek keenakan.
Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Tamara setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Sasha memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.
Gila, Tamara sudah tdk sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Sasha dan sekali menjambak rambut Sasha kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan.
Sementara nafasnya terdengar tdk beraturan yg ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

Dengan gerakan itu Sasha telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Tamara yg tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Tamara, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Tamara yg sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Tamara tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Sasha, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.
“Kamuu berbalik Tamara..” desah Sasha, lalu Sasha menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Tamara mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yg disukai bule dan tentunya kami juga.
Melihat bibir kemaluan Tamara dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Tamara yg telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya.
Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Sasha mengambil posisi tepat di belakang pantat Tamara setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Tamara dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Tamara dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Tamara yg berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Sasha. Dengan sedikit demi sedikit Sasha mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Tamara dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Tamara.

“Aahh.. ennaak.. Sasha..” desah Tamara terpejam.
“Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Sasha..” setelah delapan gesekan naik turun Tamara mendesah.
“Masukin Sasha.. aku mau ngentot.. yg enak.. aahhk”, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Sasha mulai menerobos dinding kemaluan Tamara.
Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Sasha. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Sasha sebagian tenggelam di dalam kemaluan Tamara.
“Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak!” Sasha terlihat mengeram dengan nafas yg memburu begitu juga Tamara.
“Ookk.. yak.. yak..” Sasha mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Tamara untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Sasha yg menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Tamara.
“Hee.. aakhh.. okh.”. nafas Sasha memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Tamara terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Tamara.
“Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus..” erang Tamara.
Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Sasha.
“Tamaraiii.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. tami.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh..” Sasha terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Tamara.
Sementara Tamara hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Sasha mentok di dinding rahimnya.
“Aku keluarr lagi.. Sasha.. aahk ah.. ahk enak..” erang Tamara terpejam.

Telah 20 menit Sasha memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Tamara, keringatnya telah menetes ke punggung Tamara. Sementara punggung Tamara telah terdapat lima bekas gigitan Sasha, tiga di pundak Tamara dua di leher belakang Tamara. Sungguh buas si Sasha ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Tamara dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Sasha. Tamara benar-benar sudah lemas dan tdk bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.
“Aahk Sasha, aku.. lemes.. gila.. keluarin Sasha..” pinta Tamara memelas.
“Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. tami.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat tami..” Sasha melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Tamara dengan paha Tamara dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Tamara yg mengetahui Sasha mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Sasha dengan lubang kemaluannya.
“Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Sasha.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak..” Sasha tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Tamara dan mulutnya mencium bibir Tamara yg telah terkulai lemas di jok mobilku.
Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Sasha tetap dalam posisi memeluk Tamara dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Sasha walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Tamara terlihat masih berada di dalam kemaluan Tamara, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.

BANDARKIU

DOMINO QQ

ADU BALAK

Leave a Reply